95 Persen Kasus HIV/AIDS Menimpa Usia Muda

Kompas.com - 16/10/2008, 19:19 WIB

DENPASAR, KAMIS - Penderita HIV/AIDS di Bali hingga Juli 2008 mencapai 2.208 orang, 1.085 kasus di antaranya berdomisili di Kota Denpasar. Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Denpasar, Nyoman Aryana di Sanur, Kamis (16/10) mengatakan, dari jumlah pengidap HIV/AIDS tersebut 95 persennya menimpa usia muda.

Di sela-sela pembukaan pelatihan kader desa peduli HIV/AIDS, ia mengatakan, penyakit tersebut telah menjadi musuh yang tak diketahui dan sangat membahayakan kehidupan. Namun bagi warga yang tidak melakukan hubungan seks bebas atau gonta-ganti pasangan, tak perlu khawatir.

"Kami mengajak semua komponen masyarakat untuk turut berperan aktif mencegah penyebaran HIV/AIDS. Partisipasi warga dapat dilakukan dengan menjadi kader desa peduli AIDS," ujarnya.

Aryana mengatakan, dari 1.085 warganya yang terjangkit penyakit mematikan itu, 736 orang penderita HIV dan 349 lainnya positif AIDS. "Berdasarkan data sudah 85 orang warga kita yang meninggal dunia akibat HIV/AIDS," ungkap Aryana yang juga Sekretaris Kota Denpasar.

Data tersebut diperkirakan hanya sebagian kecil dari kejadian sesungguhnya di masyarakat. Hal itu mengingat HIV/AIDS sulit dideteksi dan hanya bisa diketahui melalui tes darah, sehingga sering digambarkan sebagai fenomena gunung es.

Untuk mengatasi permasalahan itu, kata Aryana, perlu terus diupayakan kegiatan penemuan kasus sesuai prosedur, yakni melalui konseling dan tes darah warga secara sukarela. Ia berharap, upaya pencarian penderita penyakit tersebut terus dilakukan secara berkesinambungan.

Sementara ketua panitia yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini mengatakan, tujuan penyelenggaraan kegiatan itu agar peserta memiliki pemahaman yang sama tentang penanggulangan bahaya HIV/AIDS di masyarakat.

Selain itu peserta pelatihan juga nantinya diharapkan mampu memberikan informasi yang benar tentang upaya penanggulangan HIV/AIDS melalui sosialisasi atau penyuluhan.

"Kami berharap setelah mendapat pelatihan nantinya dapat menyebarkan informasi ini ke masyarakat," tambah Sri Armini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau